Kinaryosih Belajar Bahasa Batak dan Huruf Braille

Kinaryosih Belajar Bahasa Batak dan Huruf Braille

Kinaryosih (lahir di Jakarta, 3 Maret 1979; umur 31 tahun) adalah seorang model dan aktris Indonesia.

Biografi

Perempuan yang biasa dipanggil Kinar itu memulai terjun ke dunia hiburan tanah air melalui panggung model. Menjadi juara pertama Wajah Femina 1997 mengantarkannya merambah dunia akting.

Namanya melejit sejak membintangi sinetron Perkawinan Sedarah produksi Multivision Plus. Sinetron yang pernah dibintanginya, antara lain Indahnya Cinta, Aku Cinta Kamu, Wulan dan Serial TV Jomblo.

Kinar mendapat kesempatan untuk masuk ke dunia layar lebar pada tahun 2006, saat turut mendukung film “Betina” arahan sutradara Lola Amaria. Kemudian menyusul film “Alexandria” dan “Mendadak Dangdut”. Kinaryosih meraih piala citra 2006 kategori pemeran pembantu wanita terbaik lewat film “Mendadak Dangdut”.

Kinar adalah salah satu kontestan The Amazing Race Asia 2. Bersama Kekasihnya, Brett Money, mereka mewakili Indonesia dalam The Amazing Race Asia 2. Brett & Kinar tereliminasi di episode ketiga.

Selain mengikuti The Amazing Race Asia 2, Kinar pernah menjadi juara dalam satu episode Fear Factor Indonesia mengalahkan lima kontestan lainnya.

Kinaryosih yang kini lebih sering terlihat di layar Film Televisi (FTV) kembali akan menghiasi layar lebar. Setelah bermain di Hari Untuk Amanda, akting artis berusia 31 tahun ini diuji lewat film bertajuk Rokkap. Dalam film bertema budaya batak ini Kinar berperan sebagai Lingga, wanita batak yang buta.

“Aku disini berperan sebagai Lingga, perempuan batak yang sejak umur sebelas tahun mengalami kebutaan, karena kecelakaan, jadi bukan buta bawaan lahir,” jelas Kinar saat ditemui saat premiere film Rokkap di Senayan City, Jakarta (20/10).

Selain harus berbahasa Batak, Kinar juga diwajibkan membaca huruf Braille. Dan untuk kesempurnaan perannya kali ini Kinar melakukan observasi ke panti tuna netra untuk melihat bagaimana kehidupan dan tingkah laku orang buta.

“Selama satu bulan lebih aku observasi, melihat langsung penderita tuna netra, dan mencoba belajar huruf braille, karena di sini aku juga harus bisa baca huruf braille walau nggak banyak. Dan untuk bahasa Batak aku langsung belajar dengan orang Batak selama satu bulan” jelasnya lagi.

Perannya kali ini diakui Kinar sangat menantang dirinya, walau sempat takut memerankan tokoh Lingga, tapi akhirnya semua itu bisa dilewatinya. “Kesulitannya sebenarnya nggak ada, tapi memang readingnya menurut aku kurang lama dan tidak ada referensi. Untung sutradara membebaskan untuk senatural aku saja, dan yang bikin aku takut kalau peran aku di sini nggak sesempurna memerankan seorang yang buta,” katanya sambil menutup pembicaraan.

Kinaryosih, Kinaryosih foto, Kinaryosih web, Kinaryosih info, Kinaryosih maklumat, Kinaryosih hiburan, Kinaryosih misteri, Kinaryosih berita, Kinaryosih filem, Kinaryosih malaysia, Kinaryosih kawan, Kinaryosih artis, Kinaryosih bf1